Cara Mengelola Food Waste di Dapur SPPG
Oleh Tim Ahli Gizi Giziin · Diperbarui 22 September 2026 · 7 menit baca
Ringkasan singkat
- Food waste adalah makanan yang tidak terpakai atau tidak dihabiskan, baik di dapur maupun di lokasi sasaran.
- Dampaknya ganda: biaya terbuang dan gizi tidak tersalurkan.
- Pengukuran rutin diperlukan untuk mengetahui titik kebocoran.
- Strategi utama: perencanaan porsi, pengendalian pengolahan, dan evaluasi daya terima menu.
Apa itu food waste di dapur SPPG?
Food waste adalah makanan atau bahan makanan yang tidak terpakai dan berakhir terbuang. Di dapur SPPG, food waste muncul dalam dua bentuk: sisa di dapur saat pengolahan dan sisa makanan yang tidak dihabiskan di lokasi sasaran.
Keduanya penting dipantau. Sisa di dapur menandakan masalah perencanaan atau pengolahan, sedangkan sisa di lokasi sasaran menandakan masalah daya terima atau besar porsi.
Penyebab umum food waste
Penyebabnya antara lain porsi terlalu besar, menu kurang disukai, penanganan bahan yang kurang baik, dan perencanaan jumlah porsi yang tidak akurat.
- Besar porsi melebihi daya konsumsi sasaran.
- Menu kurang diterima karena rasa atau penampilan.
- Bahan rusak akibat penyimpanan yang tidak tepat.
- Jumlah porsi dimasak melebihi kebutuhan.
- Kesalahan pengolahan yang membuat makanan tidak layak saji.
Cara mengukur food waste
Ukur sisa makanan dengan menimbang atau mencatat perkiraan berat sisa di dapur dan di lokasi sasaran setiap hari, lalu bandingkan dengan total produksi untuk memperoleh persentase sisa.
- 1Catat produksiCatat jumlah porsi yang diproduksi setiap hari.
- 2Timbang sisa dapurUkur sisa bahan dan makanan yang tidak terpakai di dapur.
- 3Catat sisa sasaranKumpulkan data sisa makanan dari lokasi penyaluran.
- 4Hitung persentaseBagi total sisa dengan total produksi untuk memperoleh persentase.
- 5Analisis trenBandingkan antar hari dan antar menu untuk menemukan pola.
Strategi mengurangi food waste
Kurangi food waste dengan menghitung porsi secara akurat, memperbaiki daya terima menu, menangani bahan dengan benar, dan memanfaatkan sisa bahan yang masih layak untuk menu lain.
- Sesuaikan besar porsi dengan daya konsumsi sasaran.
- Kumpulkan umpan balik rasa dan penampilan menu.
- Terapkan penyimpanan sesuai suhu dan jenis bahan.
- Rencanakan pemakaian bahan secara silang antar menu.
- Evaluasi menu yang konsisten menyisakan banyak sisa.
Mencatat food waste secara digital
Pencatatan digital memudahkan pemantauan tren sisa makanan dari waktu ke waktu. Fitur food waste pada aplikasi seperti Giziin mencatat data sisa, mendukung ekspor, dan menyatukannya dengan rekapan dapur.
Dengan data yang rapi, evaluasi menu dan perencanaan porsi menjadi lebih tepat sasaran.
Pertanyaan umum
Apa penyebab utama food waste di SPPG?⌄
Porsi terlalu besar, menu kurang diterima, penanganan bahan yang kurang baik, dan perencanaan jumlah porsi yang tidak akurat.
Bagaimana mengukur food waste?⌄
Timbang atau catat sisa di dapur dan di lokasi sasaran setiap hari, lalu bagi dengan total produksi untuk memperoleh persentase sisa.
Baca juga
- Cara Menghitung Food Cost per Porsi di Dapur SPPGRumus dan langkah menghitung food cost per porsi agar anggaran dapur SPPG tetap efisien.
- Panduan Uji Organoleptik Makanan untuk Dapur SPPGParameter, skala, dan prosedur uji organoleptik yang praktis diterapkan di dapur SPPG.
- Standar Porsi MBG dan Kelompok SasaranKelompok sasaran MBG dan cara menetapkan besar porsi yang tepat untuk setiap kelompok.
Kerjakan lebih cepat dengan Giziin
Hitung gizi, buat Label Makanan PDF A4, susun menu, kelola food cost, catat organoleptik dan food waste, serta susun laporan harian dalam satu aplikasi.
Coba Giziin Gratis